Artikel itu dikirimkan suamiku pagi ini. Ga tau juga, knapa suamiku mengirimkan artikel itu ya? Apa itu teguran agar aku tidak terlalu terobsesi berpenghasilan tinggi? Pikiran buruk itu sempat juga mampir dikepalaku. Tapi, klo dipikir lagi, kayaknya terlalu picik berpikir seperti itu. Suamiku pernah menegaskan (prinsipnya) ia ingin kami saling 'meninggikan'. Gimana bisa?
Mungkin salah satunya ada di artikel yang kubaca tadi. Istri yang kolot, biasanya punya pola pikir bahwa ia hanya bisa bergerak di medan domestik. Istri yang (kelewat) mandiri menyugesti dirinya seakan-akan berputar dalam puting beliung persamaan hak untuk melawan pola pikir kolot. Kenapa aku ga bisa di antara keduanya ya?
Inilah 'mungkin' harapan suamiku. Ia hanya ingin aku belajar menempatkan diri. Dengan menempatkan diri, aku bisa tetep in charge tanpa membuat suamiku minder. Dengan menempatkan diri, kami juga belajar berbagi tanggung jawab. Hehe! Inilah yang masi menjadi kekuranganku.. Aku kurang menguasai medan domestik. Kurang apik buat beres-beres rumah. Apalagi klo ngomongin manajemen duit. Parahhhh! Namanya juga belajar, jadi ya...semangaaaat aja! Mau suami atau istri yang punya penghasilan lebih besar, aq akan mengingat: kami menikah untuk bahagia. Jadi, kalau itu ga juga aku dapatkan, rugilah... Sahabatku, yuk berpenghasilan! taelaa...
Tampilkan postingan dengan label Berkeluarga.... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berkeluarga.... Tampilkan semua postingan
Minggu, 12 April 2009
Malu atau gatel?
TIGA januari hidupku berubah...
Tanggal itu aku menikah, suatu hal yang tertunda sejak tahun 2001. Mulai saat itu juga hidupku berubah. Aku yang sekarang secara fisik tidak bekerja kantoran. Aneh juga pada awalnya. Memang, banyak orang meragukanku bisa menjadi ibu rumah tangga. Sepertinya itu juga memengaruhiku... Aku jadi bosan dan bosan. Baru beberapa saat jadi ibu rumah tangga, aku merengek pada suamiku. 'Mas, aku mau kerja. Bete di rumah'. Mimik agak panik tak bisa ia sembunyikan dari wajahnya. Setelah 24 jam berlalu, ia bawakan aku benda putih berukuran 5 x 9 cm: Modem. Inilah yang membantuku mewarnai hari. Hakikatnya, bekerja memang bukan untuk memenuhi pundi-pundi. Aku minta diizinkan bekerja untuk membuatku berguna, berbagi, dan mendapatkan. Sekarang hidupku lebih berwarna. Terima kasih soulmate. Hehehe!
Langganan:
Postingan (Atom)

